Thursday, October 21, 2010

Hikmah Kegagalan


Tuhan, apa Engkau mencoba mengatakan sesuatu kepadaku … ?
Karena …

Kegagalan Bukan berarti aku orang yang gagal
Tapi berarti aku belumlah sukses

Kegagalan Bukan berarti aku tidak mencapai apapun
Tapi berarti aku telah belajar sesuatu

Kegagalan Bukan berarti aku orang yang bodoh
Tapi berarti aku memiliki cukup iman untuk diuji

Kegagalan Bukan berarti aku orang yang memalukan
Tapi berarti aku telah berani mencoba

Kegagalan Bukan berarti aku tidak memilikinya
Tapi berarti aku memiliki sesuatu untuk dilakukan dengan cara yang berbeda

Kegagalan Bukan berarti aku lebih rendah dari yang lain
Tapi berarti aku tidaklah sempurna

Kegagalan Bukan berarti aku harus menyerah
Tapi berarti aku harus berusaha lebih keras

Kegagalan Bukan berarti aku tidak akan pernah berhasil
Tapi berarti aku butuh banyak berlatih

Kegagalan bukan berarti Engkau telah meninggalkan aku
Tapi berarti Engkau pasti memiliki rencana yang lebih baik bagiku

Tuesday, October 19, 2010

Hakikat Cinta Rasul


Sudah menjadi kewajiban setiap orang untuk mencintai Rasulullah melebihi dari pada cintanya kepada semua makhluk. Buah cinta itu sangatlah agung dan besar yang akan bisa dipetik di dunia dan akherat, tetapi dalam kenyataannya banyak kita temui kekeliruan dalam memahami cinta kepada Rasulullah dengan pemahaman yang sangat sempit. Maka penjelasan hakekat cinta Rasul secara jelas dan benar merupakan cara terbaik untuk meluruskan kekeliruan sebagian orang muslim dalam membuktikan kecintaannya kepada Rasul.

***

Kewajiban Mencintai Nabi Muhammad SAW Diatas Semua Makhluk

Berikut ini ada beberapa hal yang berhubungan dengan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.

Wajib mencintai Nabi melebihi cintanya kepada diri sendiri. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Hisyam ra. bahwa dia berkata: Kami pernah bersama Nabi sementara beliau menggandeng tangan Umar bin Khatthab ra, maka Umar berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku. Maka Nabi bersabda: Tidak, demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya! Hingga kamu lebih mencintai aku dari pada dirimu sendiri. Umar berkata kepadanya: Sesungguhnya sekarang engkau lebih aku cintai dari pada diriku sendiri. Nabi bersabda: Sekarang wahai Umar. (H.R Bukhari).

Wajib mencintai Nabi melebihi cintanya kepada orang tua dan anak. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah e bersabda: Demi dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidaklah di antara kalian beriman sehingga aku lebih dicintai dari pada orang tua dan anaknya.(H.R Bukhari).

Wajib mencintai Nabi melebihi cintanya kepada keluarga, harta dan seluruh manusia. Imam Muslim meriwayatkan dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang hamba beriman sehingga aku lebih dicintai kepadanya dari pada keluarganya, hartanya dan seluruh manusia.(H.R Bukhari).

Firman Allah : Katakanlah: "jika bapak-bapak, anak-anak, saudara- saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul- Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At Taubah 24).

Imam Al Hafidz Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat di atas: Apabila semua perkara dan urusan di atas lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan Allah maka tunggulah datangnya bencana dan adzab dari Allah yang akan menimpa kalian. (Mukhtashar Ibnu katsir-Syekh Nasib Ar Rifa'I).

***

Buah Cinta Nabi

Bagi yang mencintai Rasulullah e akan mendapatkan hasilnya baik didunia maupun diakhirat, di antaranya adalah;

Cinta kepada Nabi bisa mendatangkan manisnya iman. Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dari Anas ra. bahwa Nabi bersabda: Tiga perkara, barangsiapa yang berada di dalamnya maka ia akan mendapatkan manisnya iman; bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai daripada selainnya , bahwa ia mencintai seseorang dan tidak mencintai kecuali hanya karena Allah, dan ia benci kembali kepada kekafiran seperti kebencian dia bila dilemparkan ke dalam api.(Muttafaqun alaih) Arti manisnya iman sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama adalah merasakan lezatnya segala ketaatan dan siap menderita karena agama serta mengutamakan itu dari pada seluruh materi dunia. (Fathul Bari 1/61).

Orang yang mencintai Nabi akan tinggal bersamanya di akherat. Telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik ra bahwa ia berkata: Pernah seorang laki-laki datang kepada Rasulullah lalu bertanya: Wahai Rasulullah kapan hari kiamat datang? Beliau bersabda: Apa yang kamu persiapkan untuknya? Ia menjawab: cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasul-Nya. Beliau bersabda: Engkau akan bersama orang yang kamu cintai. Anas berkata: Kami tidak bergembira setelah masuk Islam lebih daripada mendengar sabda beliau: Sesungguhnya kamu bersama orang yang kamu cintai. Anas ra.berkata: Saya mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar dan Umar dengan harapan saya bisa berkumpul bersama mereka walaupun saya tidak beramal seperti mereka.

***

Tanda-tanda Orang yang Mencintai Nabi

Di antara tanda-tanda mencintai Nabi adalah yang dinyatakan Al qadhi 'Iyadh: Termasuk tanda mencintai Nabi adalah membela sunnahnya dan menegakkan syariatnya serta ingin bertemu dengannya. Maka untuk mewujudkannya ia akan mengerahkan jiwa dan harta kekayaannya. (Syarkh Sahih Muslim -Nawawi)

Ibnu Hajar berkata: Termasuk tanda cinta kepada Nabi di atas adalah bahwa seandainya disuruh memilih di antara kehilangan dunia atau Rasulullah e kalau itu memungkinkan, maka ia lebih memilih kehilangan dunia daripada kehilangan kesempatan untuk melihat beliau, ia merasa lebih berat kehilangan Rasul daripada kehilangan kenikmatan dunia, maka orang yang seperti itu telah mendapat sifat kecintaan di atas dan siapa yang tidak bisa demikian maka tidak berhak mendapat bagian dari buah cinta itu. Yang demikian itu tidak hanya terbatas pada persoalan cinta belaka, bahkan membela sunnah dan menegakkan syariat serta melawan para penentang-penentangnya termasuk amar ma'ruf dan nahi munkar.

Sumber
KotaSantri.com

Tuesday, September 28, 2010

Mengahafaz Al-Quran: Asas Membentuk Kebangkitan Ummat



Sungguh, Allah telah menjamin untuk menjaga Kitab-Nya dengan penjagaan. Berapa banyak orang-orang fasik lagi jahat berkeinginan untuk menyelewengkan Kalamullah sesuai dengan hawa nafsu dan keinginan-keinginan mereka yang menyimpang dan sesat dengan cara mencetak Kitabullah, merubahnya dan menyimpangkannya. Akan tetapi Allah membongkar kebatilan mereka dan memporak-porandakan tipu muslihat mereka dengan firman-Nya:

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Al-hijr:9)

Maka sungguh Allah telah memilih di antara hamba-hamba-Nya, orang-orang yang Allah jadikan sebagai penjaga Kitabullah dengan cara memelihara hafalannya dan menjaganya di dalam hati-hati mereka.

Lemahnya ummat kita pada hari ini, kerana jauhnya kita dengan Al-Quran, Orang – orang kafir menrencana pelbagai sarana dan aktiviti untuk melalaikan hati kita daripada menumpukan sepenuh perhatian terhadap Al-Quran. Siang dan malam, pagi dan petang, merekat tidak pernah menganal erti penat lelah untuk menghancurkan ummat Islam. Hukum Islam dicabar dengan sewenang-wenangnya. Ummat islam dipandang rendah dek kerana lemahnya kita. Tidak mahukan kita menjadi ummat yang kuat, umat yang hebat di sisi Allah SWT? Tidak mahukan kita menjadi hamba pilihan Allah yang menjadi penjaga Kitabu-NYA?

Para ulama telah menyebutkan berbagai faedah menghafal Al-Qur’an, diantaranya adalah :

· Kemenangan di dunia dan di akhirat, jika disertai dengan amal soleh dan menghafalnya

· Tajam ingatannya dan cemerlang pemikirannya. Karena itu para penghafal Al-Qur’an lebih cepat mengerti, teliti dan lebih cerdas karena banyak latihan untuk mencocokkan ayat serta dengan membandingkannya ke hafalannya.

· Bahtera ilmu dan ini sangat terperhatikan dalam hafalan disamping itu, menghafal bisa mendorong seorang untuk berprestasi lebih tinggi daripada teman-teman mereka yang tidak hafal dalam banyak segi, sekalipun umur, kecerdasan dan milik mereka berdekatan.

· Memiliki identitas yang baik dan berprilaku jujur.

· Fasih dalam berbicara, ucapannya benar, dan dapat mengeluarkan fonetik arab dari landasannya secara tabii (alami)

Melalui analisa sejarah ummat –ummat terdahulu, ternyata bahawa teori kebangkitan umat hendaklah berlandaskan Al-Quran dan Sunnah. Kebangkitan umat bermula daripada kebangkitan minda dan paradigma bukan suatu evolusi yang pasif. Salah satu langkah umat terdahulu yang menjadi cemerlang, berjaya di dunia dan diakhirat adalah dengan menghafal Al-Quran. Mereka memahami, mendalami dan mengamalkan segala isi yang terkandung dalam Al-Quran. Segala perbuatan, perlakuan, percakapan dan akhlak mereka menggambarkan segala isi Al-Quran.

Telahpun kita ketahui daripada Ulama’ terdahulu daripada kita mengenai kaedah –kaedah dan fadhilat –fadhilat menghafal alquran. Tetapi persoalan yang timbul pada hari ini, mengapa ummat kita pada hari ini punyai daya yang lemah untuk menghafal alquran? Adakah menghafal alquran ini hanya diperuntukan kepada mereka yang pergi ke sekolah tahfiz? Atau hanya kepada mereka yang ingin menyambung pelajaran ke timur tengah (Mesir)? Tepuk dada tanyalah iman, fikir –fikirkanlah. Kita sendiri (kalangan awam) perlu bangkit dan berusaha membulatkan tekad untuk menghafal Al-Quran agar diri kita menjadi salah satu batu asas dalam membangunkan ummat pada masa yang akan datang.

Monday, September 13, 2010

Exam oh Exam....

exam oh exam... semua akan hadapi juga exam ni... tak kiralah exam tu exam besar ke kecil ke. semua akan hadapinya. cuma kadang kadang waktu exam yang berbeza- beza. apa rasanya kalau kena ambil exam pada hari raya ke 4... sedih? stress? giler? biar betul?
itu la respond member kita yang terpaksa menghadapi exam di saat kawan kawan yang lain bersuka ria menyambut syawal yg mulia.

Walaubagaimanapun kita seharusnya bersyukur kepada Allah SWT. walau pun terpaksa ambil exam waktu hari raya, itu sebenarnya suatu ketentuan oleh Allah SWT. Allah pasti akan membantu hamba hambanya yang sentiasa sabar dan bersyukur terhadapa apa sahaja ketentuanNYA.


Wednesday, August 18, 2010

Iktibar Kisah Habbib Najjar dalam Surah Yasin

Surah Yasin merupakan surah yang popular di kalangan masyarakat melayu. Surah ini sering dibaca secara tetap pada setiap malam Jumaat. Surah ini juga dibaca setelah diadakan solat hajat bila musibah menimpa kaum muslimin. Bila ingin memasuki rumah baru pun dibaca surah Yasin. Bila tiba hari-hari kebesaran seperti sambutan tahun baru, sambutan kemerdekaan dan hari pahlawan surah inilah yang menjadi pilihan untuk ditadarus secara beramai-ramai.

yasin

Surah Yasin ini amat dekat di hati masyarakat kita berbanding 113 surah yang lain di dalam al-Quran al-Karim sehingga ayat demi ayat dapat diingati tanpa melihat kepada mushaf. Namun demikian tidak ramai yang menghayati kisah yang terdapat dalam surah tersebut untuk dijadikan iktibar dan pegangan hidup.

Di dalam surah Yasin, Allah merakamkan satu kisah yang menarik untuk dijadikan teladan dan pengajaran kepada pembacanya. Sepertimana firman Allah SWT :

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلاً أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَآءَهَا الْمُرْسَلُونَ {13} إِذْ أَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّآ إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ {14} قَالُوا مَآأَنتُمْ إِلاَّ بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَآأَنزَلَ الرَّحْمَنُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلاَّ تَكْذِبُونَ {15} قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّآ إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ {16} وَمَاعَلَيْنَآ إِلاَّ الْبَلاَغُ الْمُبِينُ {17}

Bermaksud :

Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.(Yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian kami kuatkan dengan (utusan) ketiga,maka ketiga utusan itu berkata:"Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu".Mereka menjawab:"Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka."Mereka berkata:"Rabb kami lebih mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".

Sesungguhnya ahli sejarah dan ahli-ahli tasir berselisih pendapat tentang penduduk negeri yang mendustakan para rasul dalam surah Yasin ini. Antaranya berpendapat ia adalah penduduk Antakiyyah sebagaimana nukilan Ibn Ishaq daripada Ibn Abbas dan Ka’ab al-Ahbar.

Ahli Mufassirin juga berbeza pendapat tentang para utusan yang disebut. Ada yang berpendapat mereka adalah pembantu Nabi Isa as ( hawariyyun). Namun demikian Imam Ibn Kathir menolak kedua-dua pendapat ini.

Kita tidak perlu membuang masa menentukan negeri apa atau siapa utusan yang dihantar. Kerana sekiranya diketahui nama negeri tersebut berfaedah kepada kita nescaya Allah telah menyatakannya secara terang di dalam al-Quran.

Sesungguhnya al-Quran diturunkan untuk difahami dan dihayati isi kandungan dan diambil pengajaran daripada kisah di dalamnya tanpa perlu ditekankan di mana dan siapa yang terlibat sebagaimana kaedah usul al-tafsir : Pengajaran di dalam al-Quran dengan lafaz umum bukan dikhususkan dengan sebab tertentu.

Pendustaan penduduk Mekah terhadap dakwah Rasulullah saw sama dengan pendustaan penduduk dalam surah ini terhadap dua orang rasul yang diutuskan. Maka Allah menguatkan dakwah mereka berdua dengan diutus seorang lagi rasul. Namun pendustaan penduduk semakin melampau dari semasa ke semasa. Allah berfirman :

قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ {18} قَالُوا طَآئِرُكُم مَّعَكُمْ أَئِن ذُكِّرْتُم بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ {19}

Mereka menjawab:"Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan mereajam kamu dan kamu pasti akan mendapatkan siksa yang pedih dari kami".Utusan-utasan itu berkata:"Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri.Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)?.Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.

Mereka menuduh para rasul hanya membawa sial dan musibah kepada mereka. Sekiranya sesuatu keburukan menimpa mereka semuanya berpunca daripada para utusan tersebut. Padahal kesyirikan mereka yang membuat mereka berada dalam nasib malang dengan ditimpa kesusahan dan nikmat terhalang.
tawanan
Penduduk ini juga mengugut akan membunuh mereka dengan direjam dengan batu dan akan mendapat seksaan yang pedih sekiranya mereka meneruskan dakwah tersebut. Dengan demikian dakwah para utusan ke arah mengesakan Allah dan beribadat hanya kepadaNya ditolak sama sekali.

وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَاقَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ {20} اتَّبِعُوا مَن لاَّيَسْئَلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ {21} وَمَالِيَ لآأَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ {22} ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِ ءَالِهَةً إِن يُرِدْنِ الرَّحْمَـنُ بِضُرٍّ لاَّتُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلاَيُنقِذُونَ {23} إِنِّي إِذًا لَّفِي ضَلاَلٍ مُّبِينٍ {24} إِنِّي ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ {25}

”Dan datanglah dari ujung kota seorang laki-laki (Habib An Najjar) dengan bergegas-gegas ia berkata:"Hai kaumku ikutilah utusan-utusan itu.Ikutilah orang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. Mengapa aku tidak menyembah (Ilah) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah ilah-ilah selain-Nya, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Rabbmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.

Bila penduduk tersebut merancang untuk membunuh para utusan itu, tiba-tiba datang seorang lelaki daripada pinggir bandar memberi nasihat dengan penuh hikmah kepada penduduknya agar beriman dengan risalah yang dibawa oleh para rasul. Namun demikian penduduk tidak menerima nasihatnya malah elaki tersebut dibunuh dengan kejam. Ibn Mas’ud berkata : lelaki itu dipijak-pijak hingga terkeluar usus daripada duburnya. Maka mati syahidlah lelaki tersebut.

Siapakah lelaki tersebut? Kebanyakan ulama’ tafsir berpendapat lelaki tersebut ialah Habib al-Najjar sebagaimana pendapat Ibn Abbas, Qatadah dan al-Sudiy sepertimana dinukilkan dalam tafsir Ibn Kathir.

قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَالَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ {26} بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ {27} * وَمَآأَنزَلْنَا عَلَى قَوْمِهِ مِن بَعْدِهِ مِن جُندٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ {28} إِن كَانَتْ إِلاَّ صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ {29}

Dikatakan (kepadanya):"Masuklah ke surga".Ia berkata:"Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, apa yang menyebabkan Rabbku memberikan ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan".Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

Antara keistimewaan kisah dalam al-Quran ialah bukan sahaja menceritakan kisah yang telah berlaku malah dirakam juga perkara ghaib yang mustahil diketahuinya melainkan dengan wahyu Allah SWT. Dalam kisah ini Allah memaklumkan bahawa lelaki yang dibunuh secara kejam hanya semata-mata kerana menyuruh kepada tauhid mendapat kemuliaan di sisi Tuhannya di atas keimanan dan keikhlasannya. Sebagai ganjarannya dia dimasukkan ke syurga. Apabila dia melihat kemuliaan, keampunan dan ganjaran di sisi Allah dia berangan-angan alangkah baiknya sekira kaumnya mengetahui apa yang dia perolehi pada waktu itu nescaya mereka tidak akan menolak risalah para utusan.

Sebagai balasan terhadap pendustaan risalah para rasulNya dan kezaliman yang dilakukan terhadap walinya Allah membinasakan kaum tersebut dengan satu teriakan yang dahsyat menyebabkan mereka semua mati bergelimpangan.

Kisah ini mengandungi banyak iktibar yang boleh dijadikan pedoman hidup kita, antaranya ialah ;

1. Dakwah menegakkan kebenaran perlu diteruskan walaupun mendapat tentangan hebat daripada orang ramai.

2. Dakwah perlu dilaksanakan dengan hikmah dan dengan pengajaran yang baik.

3. Kita hendaklah istiqamah dan berpegang teguh dengan tauhid dan mempertahankannya walaupun menghadapi kesulitan dan kesusahan.

4. Individu dan tempat yang terdapat dalam kisah al-Quran bukan keutamaan untuk diketahui tetapi pengajaran dan iktibar yang perlu diambil perhatian untuk dijadikan pedoman hidup.

5. Sesiapa sahaja yang melakukan pengorbanan untuk mempertahankan agama akan mendapat keampunan dan kemuliaan di sisi Allah SWT.

6. Setiap penderhakaan terhadap Allah pasti akan mendapat balasan sama ada di dunia atau di akhirat.

7. Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa ke atas segala sesuatu. Allah berkemampuan untuk menghancurkan kaum yang engkar dengan pelbagai cara. Antaranya dengan tempikan yang kuat.

RUJUKAN :

- Mukhtasar Ibn Kathir
- Taysir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, Abd al-Rahman bin Nasir al-Sa’diy
- Safwat al-Tafasir, Muhammad Aliy al-sabuniy
- Qasas al-Quran, Dr. Muhammad Bakr Ismail

by:abuaqil

Thursday, July 29, 2010

10 Wasiat asy-Syahid Hassan al-Banna


1. Dirikanlah solat ketika mendengar azan, walau bagaimana sekalipun keadaanmu.

2. Bacalah al-Quran, pelajari, dengarkan atau ingatilah ALLAH. Jangan mensia-siakan walau sedikit pun dari waktumu tanpa sebarang faedah.

3. Berusahalah untuk berbicara dalam bahasa Arab yang fasih kerana hal itu adalah sebahagian daripada syi’ar Islam.

4. Janganlah memperbanyakkan perdebatan walau dalam urusan apa pun kerana perdebatan itu tidak membawa kepada sebarang kebaikan.

5. Janganlah banyak ketawa kerana hati yang sentiasa berhubungan dengan ALLAH sentiasa tenang dan berwibawa.

6. Janganlah banyak bergurau kerana umat yang berjihad tidak mengenal kecuali kesungguhan.

7. Janganlah meninggikan suara melebihi keperluan pendengar kerana hal tersebut bodoh dan menyakitkan.

8. Jauhilah dari membicarakan hal orang lain (ghibah), atau mencela persatuan-persatuan. Janganlah engkau berbicara melainkan hal kebaikan.

9. Perkenalkanlah dirimu kepada saudara-saudaramu yang engkau temui sekalipun tidak diminta, kerana asas dakwah kita ialah kasih sayang dan berkenalan.

10. Kewajipan lebih banyak dari waktu, maka bantulah saudaramu memanfaatkan waktunya. Jika engkau memiliki suatu tugas, selesaikanlah dalam waktunya (jangan bertangguh).

Wednesday, July 28, 2010

Hadiah Hari lahir Dari Ilahi

assalamualaikum WBT....

Tanggal 18 Julai 2010 (Ahad) ana menerima hadiah daripada ALLAH yang Maha Pengasih lagi Maha Penyang. Satu kejadiaan yang tidak disangka-sangka berlaku, ana terlibat dalam kemalangan jalan raya di bulatan Tabuan jaya menuju ke Samarahan.

Mengimbas kembali detik detik sebelum memulakan perjalanan hari itu, ternyata sebelum menaiki moto, ana sendiri lupa dan lalai untuk berdoa dan bertawakal kepada Allah ta'ala supaya perjalanan selamat. Petang ahad tu hujan renyai renyai, ana naik moto, konvoi dengan member2 nak pergi ke IPTAR ada sukan persahabatan, ana follow dekat dengan motor depan , sampai je kat bulatan tabuan, ada satu kereta wira merah himpit ana, ana tak sempat nak pecut potong kereta tu , tayar depan motor masuk lopak air, handle moto berlipat, tup tup ana sedar ana dah terpelanting atas rumput tepi jalan raya, habih basah seluar kasut beg, nasib baik la ana pakai helmet, kalau tidak berderai kepala, syukur juga kepada Allah jatuhkan ana atas rumput, kalau jatuh atas jalan raya, insyaAllah masuk hospital hari tu. Ana jatuh je ana terus lompat bangun lompat bangun, buka helmet campak dalam rumput, hati dah panas nak marak driver proton wira merah tu, sakit hati, sakit luka kat siku, ngan kaki. masa tu mulut ana tak sebut pun nama ALLAH... ana jerit pulak aarrrrggghhh.... nak tahan sakit punya pasal.
beberapa minit menahan sakit ana duduk atas rumput tgk tempat mana lagi luka or berdarah, kereta proton wira merah tu berhenti, member2 lain pun berhenti tolong ana, ada yang tolong angkat motor ana, ada yang tolong sabarkan ana, tolong kutip barang barang ana yang terpelanting, nak tau apa jadi dengan motor???? sat lagi ana cerita... driver proton wira merah tu datang tengok ana...

auntie proton wira: adik you okey ka?... I tak perasan you ada dekat sebelah... you bawa laju sangat tadi? macam mana boley jatuh...?

ana menjawab: okey okey.... saya okey... luka sikit saja tak ada patah... sory autie salah saya... saya jatuh lobang air tadi...

auntie proton wira: you dari mana?... you student ka....?

ana menjawab: saya dari kuching mau pergi samarahan... ada sukan... saya student medic...unimas... ~sambil mengerang sakit sikit2~

auntie proton wira: ini saya bagi kamu...untuk... kamu rawat itu luka....

ana menjawab: thank you auntie... sory auntie if I scratch your car...

Nak tau apa auntie tu bagi...? dia bagi RM50... kat ana... selepas tu, auntie tu pergi macam tu je la... nasib baik dia tak minta ganti rugi untuk kereta dia.. kalau calar ke ape ke... mahu beratus gak nak kena bayar.... ana yang salah ana dapat duit...Auntie tu kesian tengok ana kot... (dalam hati ana gembira je dapat duit la konon... sakit pun dapat gak ni...)
motor ana... side mirror dengan plat nombor depan , bersepai, dapat serpihan je.... enjin semua okey tak ada masalah... member tolong bawa ana naik kereta pergi ke IPTAR.... motor ana member lagi sorang tolong bawa pergi ke IPTAR. tak tercapai hajat nak main sukan hari tu... jadi tkang ambil gambar je...

Habis sukan petang, ana meneruskan perjalanan ke masjid unimas, sebab sebelah malam nya ana ada Liqo' Mahabbah dekat masjid kampung sindang... atas kehendak Ilahi... ana di uji lagi dengan kehilangan duit... baru je dapat duit RM50.... dah hilang pulak.... habis duit dalam wallet ana.. sampai yang duit sen sen pun dia kebas juga... curi kat dalam masjid tuuu....ana sedar duit ana hilang semasa ana dah pulang dari samarahan dalam pukul 2 pagi macam tu... pergi kedai makan, bila nak bayar je cek cek wallet.... tak da duit... pelik wal ajaib... bila pulak duit ana cicir ni... ana minta member tolong bayarkan dahulu...

Balik daripada makan... dalam perjalanan pulang ana berfikir, macam mana duit ana boleh hilang... setahu ana... sepanjang ana ada kat masjid kampung sindang tu... ana tinggal sekejap je wallet ana dekat dalam beg galas untuk pergi ambil wudu'... tinggal sekejap macam tu pun boleh hilang ke???... tiba tiba teringat masa baru baru sampai masjid tu,, ada seorang pakcik nasihat... suruh jaga barang.... betul betul kat sini banyak pencuri... hmmmmm..... menyesal dulu pendapatan menyesal kemudian tiada berguna lagi... duit pun dah tak ada...

Tapi yang peliknye, baik hati juga pencuri tu... dia tak kebas dengan handphone dan wallet sekali... kalau dia ambil semua.... habis ana kena buat IC baru lesen kad bank. dll... susah juga nak buat tu semua... lecer...

Malam itu ana tidur di kolej sebayor... termenung lama juga ana memikirkan apa yang berlaku pada ana.... sudahlah jatuh... ditimpa tangga pula... dah la accident... duit hilang pula.... haaiiihhhh... ana mengeluh... Ya ALLAH apa lah nak jadi dengan aku ni.... ( masa macam ini baru nak ingat Tuhan).

Ini lah Hadiah dari ALLAH... sehari sebelum hari lahir ana.... dalam seminggu... luka pun beransur pulih dah sekarang... baru ana memahami sebenar benarnya hikmah Ujian daripada Allah keatas diri ana... Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyang, mahu ana sentiasa ingat kepadaNYA... bila ana imbau balik seminggu sebelum ana ditimpa kemalangan.... memang ana banyak lalai dari mengingati ALLAH.... Al quran pun jarang baca minggu itu...apatah lagi ibadat2 yang lain...

Bila ana muhasabah kembali diri ana, ana bertanya kepada diri sendiri? dimanakah ana sewaktu hari18 julai, 23 tahun yang lalu.....mengapa ujian Allah ini ditimpakan keatas ana pada hari sebelum lahirnya ada ke alam dunia ini..? ya .. baru ana teringat sewaktu itu ana masih dalam kandungan ibu, sewaktu itu kita di Alam Arwah( dalam kandungan ibu), kita telah mengambil perjanjian dengan ALLAH Ta'ala. ALLAH Ta'ala berfirman dalam surah Al- A'raf:172

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

ya... hari yang penuh bermakna buat diri ana... Allah Ta'ala menghadiahkan sebuat peringatan buat diri ana yang lalai ini... tentang perjanjian yang telah ana saksikan dengan jiwa ana sebelum dilahirkan ke dunia ini... agar ana sentiasa mengESAkan Allah Ta'ala....

Allah Ta'ala ingin ana mengingat kembali perjanjian yang telah dibuat sewaktu di Alam Arwah....agar diakhirat kelak, ana tidak akan mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke-Esa-an Tuhan)" .....

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. aku berada di atas janji-Mu, semampuku. Aku memohon perlindungan dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui banyaknya nikmat(yang Engkau anugerahkan) kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Kerana sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau....